Love Story
background
Sabtu, 19 Juli 2014
Minggu, 01 Desember 2013
Tak Mudah untuk Jatuh Cinta
Terlalu cepat ungkap semua
tentang perasaanmu padaku
sedangkan kau belum tahu aku
dan kujuga belum banyak mengenalmu
Apa mungkin sekejap saja
kan tercipta sebentuk rasa
kutak mudah untuk jatuh cinta
Baiknya kita berteman saja
agar tak mengekang rasa
bila kau mampu menyentuh
lelangitan rasaku
mungkin saja kukan luruh padamu
Kuharap ini tak mengecewakanmu
bukan maksudku tak menerimamu
ini hanya karena hatiku
yang memang tak mudah
untuk jatuh cinta.
tentang perasaanmu padaku
sedangkan kau belum tahu aku
dan kujuga belum banyak mengenalmu
Apa mungkin sekejap saja
kan tercipta sebentuk rasa
kutak mudah untuk jatuh cinta
Baiknya kita berteman saja
agar tak mengekang rasa
bila kau mampu menyentuh
lelangitan rasaku
mungkin saja kukan luruh padamu
Kuharap ini tak mengecewakanmu
bukan maksudku tak menerimamu
ini hanya karena hatiku
yang memang tak mudah
untuk jatuh cinta.
Selasa, 19 November 2013
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa
Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa
Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa
Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa
Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa
mantan terindah
Mungkin ini jalan terakhir yang bisa ku tempuh untuk membahagiakanmu Namun maaf jika ini juga melukai hatimu
walaupun sebenarnya aku masih menyayangimun Nama dan cintamu kan slalu ada di hatiku Jujur jalan ini ku tempuh karna ku tak ingin menyakiti perasaanmu lebih jauh
Karna aku memang tak pernah menjadi apa yang kau mau Aku sadar , rasa sayangmu masih kau simpan pada orang yang pernah mengisi hatimu sebelum aku
" aku sadar " Dia adalah mantan terindah dalam hidupmu dia tak kan pernah terganti dalam hidupmu Dia adalah orang yg begitu kau sayangi melebihi rasa sayangmu padaku Sekalipun aku mencoba menyayangimu melebihi dia mencintaimu dulu Kini cerita kita sudah berakhir ini bukan permintaanku ini juga bukan inginku Semoga sepeninggalanku dari hidupmu enkau lekas dapatkan orang yg benar-benar bisa memahamimu orang yg bisa engkau sayangi sepenuh hatimu Aku yakin engkau bisa bahagia walau tanpa ada aku disisimu mungkin aku memang bukan orang yg pantas bersanding denganmu Dan Tuhan mencintakan kau bukan untukku
Selasa, 22 Oktober 2013
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintasAku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa
Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa
Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa
Hujan Sore Itu
Ingatkah kau sore itu?
Gerimis berirama kemudian jadi hujan yang merajam bumi
Gerimis berirama kemudian jadi hujan yang merajam bumi
Mengguyur seperti bandang yang datang dari surga
Cipratannya menggelitik dan genit
Lalu kita jadi penonton tak tahu malu
Tak mampu menahan diri
Seperti bocah di toko permen
Ingatkah kau hujan itu?
Istimewa seperti pasar malam yang penuh atraksi
Kita basah sampai ke tulang
Namun dingin tak buat kita biru, apalagi kelu
Baru kali itu kupercaya dunia penuh keajaiban
Air tumpah dari ember raksasa yang tak kasat mata
Kita berputar-putar dan menari diiringi irama hujan
Ingatkah kau bagaimana kita tertawa?
Lepas tak terbebani dosa apalagi usia
Hingga air penuhi mulut dan hidung
Kita rentangkan tangan dan dongakkan kepala
Menutup mata dan nikmati ritme yang manjakan indra
Kemewahan yang dibayar dengan influenza
Tak seberapa karena kutahu rasanya jadi merdeka dan bahagia
Cipratannya menggelitik dan genit
Lalu kita jadi penonton tak tahu malu
Tak mampu menahan diri
Seperti bocah di toko permen
Ingatkah kau hujan itu?
Istimewa seperti pasar malam yang penuh atraksi
Kita basah sampai ke tulang
Namun dingin tak buat kita biru, apalagi kelu
Baru kali itu kupercaya dunia penuh keajaiban
Air tumpah dari ember raksasa yang tak kasat mata
Kita berputar-putar dan menari diiringi irama hujan
Ingatkah kau bagaimana kita tertawa?
Lepas tak terbebani dosa apalagi usia
Hingga air penuhi mulut dan hidung
Kita rentangkan tangan dan dongakkan kepala
Menutup mata dan nikmati ritme yang manjakan indra
Kemewahan yang dibayar dengan influenza
Tak seberapa karena kutahu rasanya jadi merdeka dan bahagia
Minggu, 22 September 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

